KLHK Luncurkan Standar Penyelenggaraan Kegiatan yang Ramah Lingkungan

Jakarta - KLHK Luncurkan Standar Penyelenggaraan Kegiatan yang Ramah Lingkungan. Seiring momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tanggal 21 Februari kemarin, KLHK meluncurkan Standar Sistem Pengelolaan Kegiatan (Event) Berkelanjutan. Standar ini merupakan adopsi ISO 20121:2012 menjadi SNI ISO 20121:2017, tentang Sistem Manajemen Event Berkelanjutan – Persyaratan dengan Panduan Penggunaan, dan Standar X #goodevent tentang praktek pendampingan event berkelanjutan.

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Standardisasi LHK, KLHK, Noer Adi Wardojo, di Jakarta (22/02/2018), dukungan KLHK ini dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan Indonesia Bebas Sampah, melalui penyelenggarakan event yang berkelanjutan, dan berdasar pada prinsip-prinsip ramah lingkungan.


 “KLHK siap untuk menggulirkan standar-standar yang sifatnya lebih operasional untuk digunakan para pihak di lapangan. Terlebih saat ini di Indonesia sedang marak event, diharapkan semuanya dapat ramah lingkungan dan bebas dari masalah sampah”, tuturnya.

Disampaikan Noer Adi, selama tahun 2018 telah terdaftar sebanyak 3.000 event, dan 100 event diantaranya terpilih sebagai 100 wonderful premiere event, termasuk 20 event yang berlokasi di taman nasional.

“Kami harap event tersebut dapat dilaksanakan secara ramah lingkungan. Kita ingin menunjukkan Indonesia alamnya indah dan masyarakatnya juga indah, dalam arti tidak buang sampah sembarangan, bertanggung jawab, dapat menjaga lingkungan tetap bersih”, tambahnya.

Menurut Noer, permasalahan yang kerap muncul adalah penumpukan sampah, dan kemacetan lalu lintas, sehingga hal ini perlu dikelola dengan baik ke depannya. “Dalam standar ini akan diatur dari sisi penanganan sampah, termasuk limbah makanannya. Material sampah nantinya tidak hanya dibuang, tetapi diolah kembali dan dimanfaatkan, sehingga bernilai secara sosial, ekonomi, dan menguntungkan”, jelasnya.

Standar X #goodevent merupakan salah satu inovasi Pusat Standardisasi LHK, KLHK dengan dukungan komunitas Clean Action Network. Standar ini memuat pedoman-pedoman praktis pelaksanaan event berkelanjutan riil dilapangan, sementara SNI ISO 20121: 2017 merupakan standar internasional pelaksanaan event berkelanjutan.

“Standar ini sebagai panduan penyelenggaraan acara yang memperhatikan aspek kepekaan sosial yang baik, bertanggungjawab akan potensi sampah, mengurangi polusi dan ramah lingkungan”, jelas Noer Adi.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, Kementerian Pariwisata, Tazbir, menyampaikan, sektor pariwisata saat ini menjadi prioritas nasional, karena dapat menggerakkan sektor ekonomi, seiring meningkatnya kunjungan wisata di Indonesia.

“Dalam pengelolaan pariwisata ada tiga hal utama, yaitu keamanan, ketertiban, dan kebersihan. Selama ini kami belum menggunakan standar, tetapi bench marking. Dengan demikian perlu peningkatan koordinasi dalam hal-hal tersebut”, ujarnya.

Tazbir juga sangat mendukung kampanye lingkungan untuk dapat diterapkan dalam suatu event, sehingga suatu event dapat memilki kesan baik dari publik, dan berkelanjutan.

Standar X #goodevent adalah jenis pertama dari rangkaian standar eXperiential series, salah satu inovasi Pusat Standardisasi LHK untuk mengembangkan standar secara bottom up. Selain itu, standar ini merupakan tindak lanjut KLHK dengan Kementerian Pariwisata, menuju pelaksanaan event yang berkelanjutan. Pada kesempatan ini juga turut hadir perwakilan dari komunitas Clean Action Network, yang menyampaikan beberapa pengalamannya dalam penyelenggaraan event dengan konsep ramah lingkungan.

Related

Peristiwa 194534633755522479

Posting Komentar Default Comments

Twitter @JakartaForum

Adsense

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item