Mahasiswa Unhan Terima Kuliah Umum Keamanan Cyber dari Kominfo

Jakarta - Mahasiswa Unhan Terima Kuliah Umum Keamanan Cyber dari Kominfo. Untuk lebih meningkatkan wawasan keilmuan dan pengetahuan bagi mahasiswanya, terutama tentang perkembangan teknologi cyber,  Universitas Pertahanan (Unhan) menggelar Kuliah Umum tentang dunia keamanan cyber. (30/5)

Kuliah Umum kali ini, Unhan mengundang Staf AhIi Menteri Bidang Teknologi Ir. Herry Abdul Azis, M.Eng. Untuk diketahui Ir. Herry mewakili Menteri Kominfo, Rudiantara yang tidak bisa hadir karena rapat kenegaraan.  


Rektor Unhan Letjen TNI dr. Yoedhi Swastanto,  MBA yang membuka langsung kuliah umum menyampaikan, teknologi cyber yang sedang marak belakangan ini adalah isu yang sangat penting yang harus dipahami dan dipelajari. Terlebih dengan maraknya berita berita bohong yang dinilai mampu mengganggu stabilitas keamanan, kata Rektor saat sambutan pembukaannya.  

"Dengan maraknya brita bohong (hoax) menjadikan  kabar bohong bisa menjadi pembenaran dan ini akan mengganggu keamanan dan rasa persatuan bangsa", tutur Yoedhi.

Oleh karena itu, sambungnya, dengan digelarnya kuliah umum ini, merupakan dan kesempatan baik bagi mahasiswa mengembangkan wawasan 
dibidang ini dengan menggali melalui pertanyaan pertanyaan pada sesi terakhir. 

Saat digelarnya kuliah umum,  Ir. Herry Abdul Azis, M.Eng. memaparkan perkembangan cyber di tanah air dan menurutnya, kondisi situasi dunia maya di Indonesia dari hasil survei APJII tahun 2017, total penduduk Indonesia pengguna Internet mencapai 143,26 juta jiwa, atau 54,68 % dari seluruh penduduk di Indonesia, Sementara dari komposisi pengguna berdasarkan usia, rentang usia 19-34 tahun menjadi kontributor utama dengan persentase 49,52%, 35-54 tahun (29,55%), 13-18 tahun (16,68%), dan Iebih dari 54 tahun (4,24%). DiIihat dari jenis keiamin, Iaki-Iaki (51,43%) mendominasi perempuan (48,57%)., dengan menggunakan media smartphone yang mencapai 44,16%. 

Sementara bila ditinjau dari peta ancaman cyber di Indonesia, sambungnya, ancaman kian meningkat dari catatan IDSIRTII pada 2014, ada 48,8 juta serangan cyber di Indonesia. Serangan tersebut kebanyakan diakibatkan oleh adanya aktivitas "malware" sebanyak 12.007.808 insiden. Serangan akibat adanya ceIah keamanan sebanyak 24.168 kasus, kebocoran rekam jejak atau "record Ieakage” 5.970 kasus. Ada juga serangan meIaIui "password harvesting" atau "phising" sebanyak 1.730 kasus dan serangan akibat kebocoran domain sebanyak 215 kasus. Dari angka tersebut, menurut ID-SIRTII, Iaman pemerintah atau beraiamat go.id paling banyak diserang peretas. 

Masih dipaparkannya, berdasarkan data dari 1 Januari s.d. 18 September 2017, total aduan dari masyarakat dan intansi terkait konten negatif mencapai 42.821 aduan. Dimana posisi pertama ditempati aduan mengenai SARA/kebencian (13.829), kemudian disusul aduan pornograti (13.120), dan berita bohong (hoax) sebanyak 6.973 aduan. Sedangkan untuk total pembIokiran situs hingga 18 September sudah mencapai 782.316 situs. 

Untuk itu menurutnya penting melakukan kerjasama peningkatan kesadaran publik daIam haI kesadaran keamanan cyber yang mencakup dua eIemen yaitu elemen internal (Masyarakat) dalam berinternet hendaknya menggunakan original software, membackup data dan menggunakan antivirus dalam perangkatnya, sementara eiemen eksternal yang mancakup lembaga pemerintah, media, CERT/CSIRT, Industri atau operator, komunitas atau asosiasi publik serta para profesional agar senantiasa menjalin kerjasama dalam peningkatan kesadaran pubiik, terutama daiam hal kesadaran keamanan siber, serta untuk Iebih mensosialikan bagaimana penggunaan media sosial yang baik atau intamet positif atau sehat, urai Staf AhIi Menteri Bidang Teknologi. (e) 

Related

Teknologi 915424485381263530

Posting Komentar Default Comments

Twitter @JakartaForum

Adsense

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item