DANPUSPOMAL AMBIL SUMPAH 36 PENYIDIK POMAL

Jakarta -DANPUSPOMAL AMBIL SUMPAH 36 PENYIDIK  POMAL. Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) Laksma TNI Muchammad Richard, S.H., M.M. mengambil sumpah 36 Penyidik Polisi Militer Angkatan Laut, yang terdiri perwira dan bintara di lingkungan TNI AL

Sementara lokasi pengambilan sumpah jabatan tersebut dilakukan di Markas Komando Pusat Polisi Mailiter Angkatan Laut, Selasa  siang  (29/11/2016).


Turut menyaksikan pengambilan sumpah 36 Penyidik Polisi Militer Angkatan Laut, antara lain : Kaodmil/Ti (Kepala Oditur Militer/Tinngi) , Kadilmil/Ti (Kepala Pengadilan Militer/Tinggi), Orjen (Oditurat Jenderal) TNI, Aspers Pangarmatim (Asisten Personel Panglima Armada Timur), Kadisprov Kormar (Kepala Dinas Provost Korps Marinir) ,Danyon Pomar (Komandan Batalyon Polisi Militer Marinir), Kadiskum Lantamal III (Kepala Dinas Hukum Pangkalan Utama TNI AL) ,Kadiskumal (Kepala Dinas Hukum Ankatan Laut), Pabankum (Perwira Bantuan Hukum) Pasmar -2, Kadisprov Kolinlamil (Kepala Dinas Provost Komando Lintas laut Militer), Danpom (Komandan Polisi Militer)   Armada Barat dan Kadiskum Kormar (Kepala Dinas Hukum Korps Marinir) .

Pada kesempatan itu Danpuspomal menyatakan, “Pengambilan sumpah Perwira dan Bintara selaku Penyidik Tindak Pidana di lingkungan TNI AL pada hakekatnya bukanlah seremonial belaka  memenuhi persyaratan hukum dan peraturan perundang-undangan, melainkan mengandung makna yang dalam, yaitu sebagai ikrar seseorang kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bertindak dan berbuat secara jujur, benar dan adil dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai jabatan yang diembannya.

Selain itu, “Hal penting yang perlu mendapat perhatian adalah menyangkut etika, moral dan profesionalisme prajurit. Kita percaya bahwa etika, moral dan etika yang baik tanpa didukung dengan profesionalisme, mustahil dapat menghasilkan hasil kerja yang baik, benar dan maksimal, tambah Danpuspomal.

Sebaliknya, lanjut Danpuspomal, profesionalisme yang tinggi tanpa didukung etika dan moral yang baik, mustahil pula dapat mewujudkan suatu kebenaran dan kejujuran.

Ia juga menambahkan, ketidakserasian antara etika, moral dan profesionalisme pada gilirannya dapat menimbulkan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan dalam masyarakat.” tutur Laksma TNI Muchammad Richard, S.H., M.M.

Dikesempatan itu orang nomor satu di jajaran yang bersemboyan, “Wijna Wira Widhayaka” berharap agar kasus-kasus pidana yang terjadi di lingkungan Angkatan Laut dapat diselesaikan dengan tuntas dan cepat.

Di sisi lain, Richard juga meminta kepada jajarannya apabila terjadi tindak pelanggaran di TNI AL, agar jajaran Pomal bersikap profesional dan arif bijaksana.”Apabila ada oknum prajurit yang melanggar, lakukan penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, namun apabila ternyata prajurit tersebut tidak bersalah jangan segan-segan dan ragu untuk memberi perlindungan dan pengayoman, tutur Danpuspomal.

Dalam tupoksinya, disamping memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan represif Pomal juga memiliki fungsi penyelidikan kriminal, pengamanan fisik dan fungsi pemeliharaan ketertiban yang dapat diarahkan untuk kegiatan preventif.(pen/tris/ef)

Related

TNI 8309178846505887313

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item