Lomba Video Pendek BNPT Tangkal Isu Radikalisme di Kalangan Muda

Jakarta -Lomba Video Pendek BNPT Tangkal Isu Radikalisme di Kalangan Muda. Kepala BNPT Komjen Pol Drs. Suhardi Alius, M, hadiri Grand Final Lomba Video Pendek BNPT "Kita Boleh Beda" di Gedung Usmar Ismail Jakarta, (25/11). Pada even itu, Kepala BNPT akan memberikan penghargaan kepada video pendek terbaik hasil kreasi generasi muda.

Even yang digelar BNPT itu merupakan bentuk pengembangan wawasan generasi muda terhadap isu radikalisme yang marak bermunculan di media sosial. Adapun bentuk kreativitas yang diharapkan BNPT, agar  mereka dapat menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas dalam bentuk produksi video pendek.


Lebih lanjut Komjen Suhardi mengemukakan, dalam pelaksanaannya, lomba ini dikuti seluruh pelajar nusantara. Mereka dengan kreatifitas mudanya berkarya memberikan yang terbaik membuat film pendek  yang nantinya akan kita pilih karya terbaik.


Sebelumnya ditempat yang sama, Kepala Satgas Pencegahan BNPT, Brigjen (Pol) Drs. Hamidin menerangkan, bahwa lomba Video Pendek untuk siswa Sekolah Menengah Atas atau sederajat sudah dimulai sejak 6 (Enam) bulan lalu, dan BNPT berhasil menjaring 640 (Enam Ratus Empat Puluh) video dari peserta yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia, yang keseluruhannya sudah diunggah di media sosial Youtube.


Melalui mekanisme tersebut, sambung Hamidin, BNPT juga berhasil melakukan upaya kontrapropaganda, karena setiap video yang diunggah rata-rata ditonton oleh 20.000 (Dua Puluh Ribu) orang, atau secara keseluruhan telah mengundang penonton sebanyak 1.240.800 (Satu Juta Dua Ratus Empat Puluh Ribu Delapan Ratus) orang.

Dari 640 (Enam Ratus Empat Puluh) video yang dilombakan, BNPT dan Dewan Juri sudah menetapkan 10 (Sepuluh) video terbaik, yang selanjutnya akan dipilih 3 (Tiga) kategori yang akan dinilai, yaitu Best Movie, Best Story, dan Most Favourite Video.

Kesepuluh video tersebut adalah sebagai berikut: 1. Aku Bukan Teroris karya siswa SMA Negeri Modal Bangsa, Banda Aceh; 2. Explode karya siswa SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Banten; 3. Kampung Nelayan karya siswa SMA Negeri 2 Tahuna, Sulawesi Utara; 4. Beda Tidak Sama karya siswa SMA Negeri 2 Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur; 5. Mungkin, karya siswa SMA Negeri 3 Palu, Sulawesi Tengah; 6. Akar Arka karya siswa SMA Negeri 1 Selong, Nusa Tenggara Barat; 7. Cadar Bukan Teroris karya siswa SMA Negeri 17 Palembang, Sumatera Selatan; 8. Angga Kara karya siswa SMA Negeri 1 Tempilang, Kepulauan Bangka Beliumg; 9 Jangan lengah Adikku karya siswa SMA Pondok Pesantren Darul Mutaqien,Jawa Tengah; dan 10. Boleh Kritis Jangan Fiktif, karya siswa SMK Negeri 40 Jakarta.

Sementara keluar menjadi juara dalam tiga kategori yang telah ditentukan oleh dewan juri yaitu : kategori Video Terfavorit adalah judul video “Boleh Kritis Jangan Fiktif" oleh SMKN 40, DKI Jakarta.

Katagori Video Pendek Cerita Terbaik, diperoleh Juara 1 diraih video berjudul “Jangan Lengah Adikku' Jawa Tengah; Juara 2 dengan.judul video “Cadar Bukan Teroris”  oleh SMA 17 Palembang dan juara 3.berjudul “Netatentang' oleh SMA 2 Tahuna Sulut.

Dan Video Pendek Terbaik diraih SMA Negeri Modal Bangsa Aceh "Aku Bukan Teroris", juara 2, SMK 2 Buduran Jawa Timur, “Beda Tsdak Sama Dengan Salah”  dan juara 3 diraih SMKN 1 Tempilang Bangka Belitung, "Anggakara". (ef/Jf)

Related

Peristiwa 1238508977789289437

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item