APRESIASI UNTUK PEJUANG LINGKUNGAN ALETA BAUN

Jakarta -APRESIASI UNTUK PEJUANG LINGKUNGAN ALETA BAUN. Aleta Baun (54) atau yang akrab disapa Mama Aleta, pejuang lingkungan dari Mollo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima penghargaan Yap Thiam Hien Award (YTHA) 2016. Penyerahan penghargaan ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr.Ir.Siti Nurbaya, M.Sc.
YTHA merupakan penghargaan yang diberikan kepada siapa pun, baik individu, kelompok atau lembaga yang gigih dan tanpa pamrih konsisten dalam membela, memperjuangkan, dan mempromosikan hak asasi manusia di Indonesia.


Menteri LHK Siti Nurbaya hadir mewakili Presiden Republik Indonesia, pada acara yang berlangsung di Museum Nasional Indonesia,  Rabu malam (25/1/2017).
Mama Aleta merupakan sosok perempuan yang tidak pernah takut dan sangat damai dalam melakukan penolakan terhadap kegiatan pertambangan di Nusa Tenggara Timur.
Aksi damai Mama Aleta, yang dilakukannya secara konsisten sejak 17 tahun yang lalu, membuahkan hasil yang ditandai dengan hengkangnya dua perusahaan tambang dari Gunung Mutis, di tanah Mollo. Aleta Baun, pada tahun 2013 juga pernah mendapatkan penghargaan Goldman Environmental Prize.
Menteri Siti Nurbaya menyampaikan ucapan selamat dan salam hangat dari Presiden Joko Widodo untuk Mama Aleta.
Apa yang diperjuangkan oleh Mama Aleta, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menegakkan Hak Asasi Manusia yang sangat jelas terwujud dalam UU 39 Tahun 1999.
Demikian halnya komitmen Indonesia dalam lingkungan hidup, dimana Pasal 28H ayat 1 UUD 1945 juga ditegaskan, bahwa rakyat Indonesia memiliki hak untuk memperoleh lingkungan yang baik. Dengan demikian memiliki lingkungan yang baik, patut diperjuangkan bersama.
“Hak akan lingkungan hidup yang sehat atau the right to a healthy environment menjadi komitmen Indonesia. Karena itu pula, pemerintah saat ini mengakui keberadaan masyarakat adat dan hak mereka atas hutan adat,” kata Menteri Siti Nurbaya dalam rilis yang disampaikan, Kamis (26/1/2017).

Selain itu Kementerian LHK juga merancang skema perhutanan sosial, dengan tujuan membangun ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat adat, sesuai dengan kearifan lokal.
Pembangunan yang berkelanjutan, dijelaskan Menteri Siti Nurbaya, dibangun di atas tiga unsur utama yang memerlukan keseimbangan antara ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Sementara aktor utamanya yaitu pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta perlu bersinergi dan menghargai hak serta melaksanakan kewajiban masing-masing. Kesadaran untuk menghargai hak-hak inilah yang mampu menciptakan pembangunan berkelanjutan, yang harmonis.

Pengakuan dan peresmian hutan bagi masyarakat adat yang disahkan oleh Presiden Joko Widodo, juga menunjukkan secara gamblang, bagaimana pemerintahan saat ini menghargai hak asasi manusia.

Siti Nurbaya juga menyatakan, bahwa pada kabinet ini, Presiden menegaskan, agar pemerintah mendorong terbukanya akses-akses yang menciptakan kesejahteraan material bagi seluruh rakyat, terutama akses atas pengelolaan hutan bagi masyarakat adat, untuk keadilan, untuk pemerataan pembangunan, dan untuk mengatasi kesenjangan sosial.
Menteri LHK Siti Nurbaya berharap, semoga usaha Mama Aleta, dapat menjadi contoh bagi rakyat Indonesia. Ia juga menyatakan harapannya, agar semakin banyak pejuang lingkungan hidup yang lahir dan memberi dukungan pada pemerintah, khususnya KLHK dalam menjaga kawasan hutan di negara ini, dan mendukung terciptanya masyarakat madani.
''Terima kasih Mama Aleta. Terima kasih champion HAM, champion Lingkungan, champion Indonesia,'' kata Menteri Siti Nurbaya.
Tak lupa ia juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Yayasan Yap Thiam Hien, atas prakarsa acara penghargaan yang memiliki arti penting bagi pemerintah Indonesia ini.
''Terima kasih Bang Todung Mulya Lubis dan seluruh pengurus Yayasan Yap Thiam Hien,'' kata Menteri Siti Nurbaya.
Dalam penganugerahan YTH Award 2016 ini juga hadir Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih, Kepala KSP Teten Masduki, Todung Mulya Lubis dan wakil dari Mabes

Related

Peristiwa 4489955442664112282

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item