Kementerian Pertanian Luncurkan Perdana Komoditas Pangan Strategis ke 22 Toko Tani Indonesia (TTI)

Jakarta -Kementerian Pertanian Luncurkan Perdana Komoditas Pangan Strategis ke 22 Toko Tani Indonesia (TTI). Menteri Pertanian Amran Sulaiman luncurkan pengiriman perdana komoditas pangan strategis ke 22 Toko Tani Indonesia (TTI) yang tersebar di beberapa wilayah di Jakarta. (6/2).

Arman Sulaiman berujar, pengiriman komoditas pangan ini merupakan upaya strategis penyediaan pangan murah berkualitas bagi masyarakat dan tidak menimbulkan keresahan sosial.


Dalam pelaksanaanya pengiriman komoditas ini kita fokuskan di Jakarta terlebih dahulu, karena Jakarta merupakan tolak ukur yang strategis.

Untuk itu lanjutnya, bagi warga Jakarta yang ingin mendapatkan pangan murah berkualitas, selain bisa datang langsung ke TTI Center, juga bisa berkunjung ke 22 TTI di DKI Jakarta, yang tersebar sekitar (1) Jakarta Selatan 11 TTI yaitu TTI Ani, TTI Muara Beras, TTI ASMI, TTI Alan, TTI Surya, TTI Partini, TTI Ahya, TTI MamanNur, TTI Sirsak, TTI Yati, TTI Three Boys, dan TTI RUWI; (2) Jakarta Timur (6 TT), yaitu TTI Sinar Family, TTI Arfah, TTI Sudiyo, TTI Suratman, dan TTI Siregar, TTI Meat Shop, dan (3) Jakarta Barat 5 TTI : TTI KWT Flamboyan, TTI HJ. Munawaroh, TTI KWT Pesakih Mandiri Jaya, TTI Abdan Rusun Perumnas dan TTI Barokah.

Sementara total komoditas pangan pokok dan strategis yang dipasok di 22 TTI terdiri dari beras 7 ton, gula pasir 3 ton, bawang merah 650 Kg, cabai merah 600 Kg, dan daging sapi 500 Kg, dengan harga beras Rp. 8.000/kg, daging sapi Rp. 80.000/Kg, daging kerbau Rp 65000 /kg, bawang merah Rp 14.500/0,5 Kg, cabai merah keriting 10.000/0,25 Kg, gula pasir Rp, 12,500/Kg, minyak goreng Rp. 12.000/Liter dan bawang putih Rp. 8.500/O,25 Kg. Selain itu, juga ada 20 TTI DKI Jakarta yang selama ini menyediakan beras dan gula pasir.

Toko Tani Indonesia (TTI) yang digagas Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian merupakan salah satu upaya Pemerintah yang dilakukan untuk menjaga stabilitas harga baik di tingkat petani/produsen dan di tingkat konsumen.

Melalui kegiatan ini, Gapoktan atau Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) dan Toko Tani Indonesia diberdayakan untuk dapat menjalankan fungsi sebagai lembaga distribusi dalam suatu rantai distribusi yang lebih efisien, sehingga dapat mengurangi disparitas harga antara produsen dan konsumen. (ef/JF)

Related

Peristiwa 2658811173263721310

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item