Perempuan Muslimah Amanat dan Pemprov DKI Siap Bersinergi

Jakarta -Perempuan Muslimah Amanat dan Pemprov DKI Siap Bersinergi. Perempuan Muslimah Amanat (PMA) DKI Jakarta sebuah organisasi dibawah payung Partai Amanat Nasional (PAN) siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pemberdayaan perempuan dengan tujuan agar perempuan di Jakarta bisa terangkat secara ekonomi. Pemberdayaan PMA terhadap perempuan juga terkait dengan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap dialami perempuan dan anak-anak.

"Bersama Pemprov DKI Jakarta kami akan bersinergi dalam memberi pelatihan, penyuluhan untuk mengangkat perekonomian rakyat," kata Ketua PMA DKI Jakarta, Dra Maemunah, MSc usai pelantikan Pengurus PMA DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Rabu (31/1/2018).


Menurut Maemunah, saat ini berbagai program untuk pemberdayaan perempuan telah dilakukan PMA DKI Jakarta diantaranya kerajinan untuk  membuat sepatu,  kerajinan tangan dari olahan  daur ulang. Dalam pemberdayaan perempuan, PMA DKI Jakarta juga memberikan pelatihan terkait manajemen, pengaturan dan marketingnya agar produk atau olahan yang dihasilkan perempuan bisa menghasilkan keuntungan yang besar.
"Karena tentunya setelah dibuat,  yah, harus dipikirkan bagaimana menjualnya, " ujarnya


Lebih lanjut Maemunah mengatakan, dalam kerjanya nanti, PMA juga akan membantu dan mendampingi perempuan dan anak-anak yang kerap menjadi korban dalam KDRT. Apalagi saat ini banyak perempuan dan anak-anak yang menjadi  korban KDRT tidak mendapatkan pendampingan yang layak. Sehingga dengan pendampingan tersebut akan membuat perempuan dan anak-anak tidak menjadi trauma yang berkelanjutan.

"Media banyak memberitakan kejadian KDRT terhadap perempuan. Banyak juga perempuan yang tidak tahu kemana harus mengadu jika mengalami hal itu. Karena itu, kami akan memberi pendampingan hukum bagi perempuan dan anak yang mengalami kekerasan," tegasnya.

Sementara itu Ketua DPW PAN DKI Jakarta,  Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio) mengharapkan agar manfaat Perempuan Muslimah Amanat (PMA) harus dirasakan masyarakat Jakarta. Oleh karena itu perempuan muslimah harus bicara tidak hanya saat menjelang kampanye saja. "Saya berharap jangan hanya jadi komoditas politik saja. Perempuan Muslimah juga tidak saja bicara,  tapi membuktikan lewat penyuluhan, pendidikan yang berkesinambungan, sehingga keberadaanya dirasakan," paparnya (Dn)

Related

Peristiwa 161755007154833721

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item