Populasi Bekantan Bertambah di TWA Pulau Kembang

Jakarta - Populasi Bekantan Bertambah di TWA Pulau Kembang. Setelah hadirnya dua bayi Orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser beberapa waktu lalu, kini giliran Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Kembang di Kalimantan Selatan, yang mendapat anggota baru dalam populasi Bekantan (Nasalis larvatus). Hal ini diketahui dengan dijumpainya satu ekor bayi Bekantan, dan banyak anakan Bekantan pada lokasi tersebut.

"Populasi Bekantan di TWA Pulau Kembang terpantau sebanyak 48 ekor, dengan jumlah jantan enam ekor, betina 23 ekor, anak 16 ekor, dan bayi satu ekor. Melihat komposisi populasi yang didominasi betina, membuat semakin optimis akan perkembangan Bekantan di kawasan ini", jelas Mahrus Aryadi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan.


Sebagai salah satu kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove, TWA Pulau Kembang merupakan satu dari empat site monitoring Bekantan lainnya di Kalimantan Selatan.

Mahrus juga menerangkan, monitoring Bekantan telah dilakukan sejak tahun 2015, dan meskipun kawasan ini tidak terlalu luas (±83 ha) dibandingkan dengan kawasan konservasi lainnya, namun peluang bertemu satwa Bekantan di kawasan ini sangatlah kecil. 

"Vegetasi yang cukup rapat membuat sulit untuk memantau keberadaan Bekantan. Selain itu persaingan daerah jelajah dengan monyet ekor panjang yang mendominasi kawasan juga menjadi salah satu faktor susahnya memonitor Bekantan disini", lanjutnya.

Dengan berbagai jenis tanaman sebagai potensi pakan yang melimpah, Mahrus yakin satwa Bekantan akan berkembang cukup baik di kawasan ini. Beberapa jenis pakan tersebut antara lain, pucuk daun rambai (Sonneratia caseloaris), pucuk daun panggang (Ficus retusa), dungun (Haritiera littoralis), jingah (Gluta renghas), dan waru (Hibiscus tiliaceus).

Related

Peristiwa 2881090389129224725

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item