Antisipasi Karhutla, KLHK Terus Persiapkan SDM Handal

Jakarta - Ditahun 2018, KLHK terus tingkatkan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia (SDM) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). SDM yang handal dan berkualitas, tentunya akan mendukung sistem mekanisme pengendalian karhutla sehingga dapat dilaksanakan secara optimal.

Salah satunya melalui sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Sertifikasi Kompetensi bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Setelah sukses dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu, KLHK melanjutkan kegiatan sosialisasi KKNI dan sertifikasi di Provinsi Sumatera Utara.


Sosialisasi dilaksanakan di Kota Medan, diikuti 100 peserta dari perwakilan masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Ditjen Penegakkan Hukum, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari di Sumatera Utara, Balai Pengendalian Perubahan Iklim Sumatera, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Juga ikut hadir BPBD, SAR Sumatera Utara, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHP/KPHL), Pemegang Izin Usaha, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan Tokoh Masyarakat di Sumatera Utara.

Sosialisasi dilakukan untuk menyebarluaskan informasi tentang perlunya tenaga yang memiliki kompetensi di bidang pengendalian karhutla di seluruh bidang untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas, handal dan profesional.

Hadir membuka acara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Halen Purba. Sebagai narasumber, Assesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kehutanan Indonesia (LSPHI), Wahyu Sukotjo dan Suadmodjo, dan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Tenaga dan Sarana Prasarana Pengendalian Karhutla, Agus Haryanta.

Halen Purba menyampaikan bahwa melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri LHK Nomor 47 Tahun 2017 tentang KKNI dan Sertifikasi Kompetensi Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, diharapkan semua lapisan masyarakat termasuk para pengusaha bidang kehutanan bersama-sama pemerintah mampu menciptakan SDM yang berkualitas dalam menurunkan karhutla di Sumatera Utara.

“Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM Dalkarhutla di Sumatera Utara selayaknya memperoleh pengakuan kompetensi kerja di bidang dalkarhutla setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja”, tambah Halen.

Dalam paparannya, Agus Haryanta menyampaikan bahwa tenaga kerja yang kompeten di bidang pengendalian karhutla akan meningkatkan kualitas diri tenaga kerja itu sendiri, dan secara signifikan akan berpengaruh terhadap kinerja institusi atau Lembaga, utamanya dalam penanganan karhutla.

“Kami menghimbau juga kepada perusahaan baik perkebunan maupun kehutanan untuk turut serta secara aktif dalam pencegahan karhutla di Sumatera Utara sehingga potensi kebakaran dapat diminimalisir”, tambah Agus.

Provinsi-provinsi rawan karhutla seperti: Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utaraperti, menjadi prioritas peningkatan kapasitas SDM. Diharapkan dengan SDM yang berkualitas dan handal ini, upaya-upaya pengendalian karhutla dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Hari Jumat, pukul 20.00 WIB (03/08/2018), berdasarkan satelit NOAA terpantau 6 titik, masing-masing satu titik di Sulawesi Tenggara dan Sumatera Selatan, serta masing-masing dua titik di Aceh dan Sumatera Utara. Sedangkan pantauan satelit TERRA AQUA mendeteksi 7 hotspot, tiga titik di Jawa Timur, dua titik di Jawa Barat, dan masing-masing satu titik di Kalteng dan Kalbar.

Related

Fasilitas 1614982183862621402

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item