Ferdinando Solossa, 'Solusi Untuk Menyelesaikan Persoalan Itu Kami Sepakat, Kalau Keluar Dari Persoalan Prosedur Itu Berjalan."

Jakarta

Prosesi sidang Pemeriksaan persiapan perkara No.191/G/2018/PTUN Jakarta (foto.edi)

Sidang pemeriksaan persiapan (Pempers) di hari pertama, Rabu (29/8) yang di pimpin hakim tunggal Oenoen Pratiwi yang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, di ruang sidang Tirta yang dihadiri oleh pihak penggugat dan pihak tergugat.

Dalam sidang itu oenoen menyatakan bahwa objek gugatan sudah memenuhi syarat untuk dilanjutkan , cuma menyangkut surat kuasa saja yang perlu diperbaiki oleh pihak penggugat (Ferdinando Solossa). Sementara dari pihak tergugat (KemendagRI) yang diwakili oleh Santoso, dkk hanya mendengarkan dan menyaksikan subtansi objek gugatan yang di gugat oleh penggugat.

Usai sidang ditemu, Rabu (29/8) di Pengadilan TUN Jakarta Jalan. A Sentra Primer Baru Jakarta Timur  kuasa  hukum Kemendagri Santoso mengatakan,” Saya belum bisa memberi keterangan mudah-mudahan ada win-win solution dalam perkara ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Santoso mengatakan,”untuk masalah di Dirjen Otonomi Daerah (Dir.OTDA) sendiri saya masih berkomunikasi dan akan berkordinasi nantinya,” pungkas santoso

Santoso Tuji Utomo kuasa hukum Menteri Dalam Negeri RI (foto.edi)

“Menyangkut arahan dari atasannya saya belum tahu, yang terpenting kami dari Biro Hukum akan memfasilitasi dengan Ketua DPRD Maybrat untuk mencari jalan yang terbaik untuk permasalahan ini,”ucapnya.

Sementara di tempat yang sama kuasa hukum penggugat M. S. Pali yang ditemui wartawan Jf mengatakan,”Kehadiran kami selaku kuasa hukum penggugat (Ferdinando Solossa) di PTUN ini untuk mengikuti sidang Pemeriksaan Persiapan (Dismissal), dimana dalam sidang tersebut ada hal-hal yang bersifat siapa penggugatnya, siapa tergugatnya, dan  apa objek gugatannya,” jelas Pali.

”Dan dalam sidang tadi, Rabu (29/8) ada beberapa klausul yang di sarankan oleh majelis  untuk diperbaiki  misalnya nama penggugat itu masih ada huruf yang kurang, sementara untuk objek gugatan sudah positif semuanya  dan materi gugatan  yang kami sampaikan juga sudah tidak perlu diperbaiki. Namun untuk permohonan penetapan penundaan objek gugatan ada sedikit yang harus diperbaiki karena kami belum membuat agar penundaan itu dapat dikabulkan dan meminta kepada majelis  untuk menunda pelaksanaan pemberlakuan objek gugatan itu sampai ada putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde),  tegasnya.  

“Minggu depan kami akan sidang kembali pada hari Selasa  tanggal 4 September 2018 dengan agenda perbaikan,”tuturnya.

Di sisi lain Ferdinando Solossa mengatakan,”Tadi ada tawaran dari pemerintah dalam Kementerian Dalam Negeri bahwa secepatnya kami panggil Pemerintah Daerah (Pemda) dalamhal ini Gubernur Papua Barat, DPRD, dan Bupati untuk membahas terkait dengan persoalan yang di sengketakan,”ujar Ferdinando.

“Kami pada prinsifnya adalah kalau pertemuan itu sungguh-sungguh untuk menggerti persoalan yang meredup pada putusan Mahkamah Kontitusi (MK) pada Nomor. 66 Tahun 2013, “kalau solusi untuk menyelesaikan persoalan itu kami sepakat, kalau keluar dari persoalan itu prosedur berjalan,” ancamnya.

Ditambahkan Ferdinando Solossa,”Karena kami  berpegang pada wibawa kontitusi dan juga sebagai reprentasi rakyat yang telah nyatakan Maybrat bagian dari integral Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Negara hukum,” tegas Ferdinando pada wartawan Jf.

Dari kiri Derek Loupatty, Ferdinando Solossa, Muh. Sattu Pali, Daniel Topana Masiku, dan di belakang massa pendukung dari Maybrat.(foto.edi)
Sidang perkara No.191/G/2018/PTUN Jakarta, antara ferdinando Solossa,.S.E., sebagai penggugat dalam hal ini memberi kuasa kepada TIM ADVOKASI UNTUK MAYBRAT yang terditi dari Muh. Sattu Pali,.S.H.,M.H,.Derek Loupatty,.S.H,.Vinsensius H. 

Ranteallo,.S.H,.M.H,.Alberthus,.S.H,.Daniel Tonapa Masiku,.S.H,.Pither Singkali,.S.H,.M.H., dan Brodus,.S.H. Melawan Kementerian Dalam Negari Republik Indonesia (KEMENDAG RI) sebagai tergugat yang diwakili oleh Santoso Tuji Utomo,.S.H,. Afis,.S.H.,dan Bagus,.S.H.

Sidang yang diketuai Oenoen Pratiwi,.S.H,.M.H., beranggotakan Tri Cahya Indra Permana,.S.H,.M.H,. Moch. Arief Pratomo,.S.H,.M.H., dan di bantu Panitera Pengganti (PP) Diah Kumala Dewi,.S.H,.M.H, akan di lqanjutkan pada hari Selasa 4 September 2018, Pukul 10.00 WIB dengan agenda Perbaikan Surat Kuasa dan Gugatan Penggugat (edi/Jf). 


Related

Iptek 214882891557540305

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item