Desmond J. Mahesa : “Pancasila Menjadi Jembatan Pemersatu Bangsa”

Banten, JakartaForum.co.id, Anggota MPR RI, Desmond J. Mahesa menilai sebagai dasar ideologi, Pancasila merajut perbedaan menjadi persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Tanpa Pancasila tidak ada yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Desmond dalam acara Sosialisasi 4 Pilar di Serang, Banten, Selasa (11/9/2018).


Dalam acara yang dihadiri oleh tokoh-tokoh Banten dan warga masyarakat tersebut, Desmon menjelaskan Pancasila yang merupakan perjanjian luhur para pendiri negara, menjadi jembatan bagi bangsa Indonesia dalam merajut tali kebinekaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Oleh karena itu, menurut politikus Partai Gerindra, Pancasila harus dihayati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Agar kedaulatan NKRI tetap bisa dijaga. Desmon berharap ada dialog yang terus menerus untuk membangun wawasan kebangsaaan dan membudayakan  Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila adalah milik semua warga bangsa, bukan milik sekelompok orang, jadi semua orang harus terlibat dalam upaya untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar perilaku sehari-hari, bukan hanya sekedar slogan politik,”ungkap Desmond yang dikenal publik lantaran menjadi salah satu korban penculikan aktivis demokrasi tahun 1997/1998.

Desmond menyayangkan penggunaan Pancasila yang hanya sekedar menjadikan slogan politik, namun lupa untuk membangun dialog antar warga bangsa. Padahal dialog sangat penting, lantaran saat ini banyak berkembang ideologi yang mengancam Pancasila.

Ancaman ideologi dari luar misalnya individualism dan kapitalisme. Sementara dari dalam yaitu keberadaan kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Ancaman-ancaman tersebut, jika tidak disikapi dengan bijaksana akan menjadi bom waktu. 

“Perlu ada keterlibatan semua pihak antar komponen bangsa, untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar ideologi yang tidak bisa ditawar lagi,’ katanya.

Ia memaparkan, sejarah mengatakan bahwa ideologi Pancasila berkali kali menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan dan bisa menjadi  alat pemersatu bangsa. Artinya, ketika Pancasila digunakan sebagai alat, maka masyarakat sebagai pengguna perlu mengaplikasikan kehidupan berketuhanan Yang Maha Esa di Indonesia dengan menjaga kebhinekaan dalam keberagaman agama.

"Situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia itu tergantung dari masyarakatnya sendiri. Kita jangan mudah goyah hanya karena provokasi yang tidak.  Ingat, bahwa banyak kepentingan asing di negara ini, oleh karena itu kita jangan pernah terpancing dalam politik adu domba di negeri sendiri,” tegas Desmond. @Rudi


Related

Peristiwa 7485228100319676016

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item