Masuk Nominasi Nirwasita Tantra, Tiga Bupati Pamer Program Unggulan

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 4 September 2018. Penilaian Nirwasita Tantra Award 2018 memasuki tahap akhir. Tahap ini diikuti oleh peserta yang berasal dari 6 provinsi, 12 kabupaten, dan 12 kota. Setiap nominator mempresentasikan program-program untuk mendorong percepatan perbaikan kualitas lingkungan yang implementasinya disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing.

Pada penilaian tahap akhir ini, sebanyak 12 kabupaten yang akan bersaing diantaranya Kabupaten Bandung, Lumajang, Malang, Jember, Pesisir Selatan, Sukoharjo, Buleleng, Boyolali, Dharmasraya, Bangka Tengah, Pelalawan dan Tanah Bumbu.


Sebagai salah satu nominator, Bupati Bandung Dadang M. Naser memaparkan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Bandung kepada para panelis, di Jakarta, (3/9). Dadang mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melakukan sejumlah inovasi program dengan melibatkan berbagai kalangan, baik pemerintah, swasta, masyarakat, dan relawan.

Gerakan Sabilulungan RAKSA Desa, menjadi salah satu program unggulan yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bandung. Dalam bahasa sunda, "sabilulungan" berarti "gotong-royong, sedangkan "RAKSA" memiliki pengertian memelihara, atau menjaga. RAKSA juga merupakan sebuah akronim, yang merupakan singkatan dari Rumah, Air, Kakus, Sampah dan Alam sekitar.

"Program ini diusung pemerintah daerah dalam upaya mensejahterakan masyarakat agar dapat tinggal di rumah yang sehat dan layak huni, dengan ketersediaan air yang besih dan cukup, tempat mandi dan kakus (jamban) yang bersih serta layak pakai, pengelolaan sampah yang baik serta menjaga keasrian dan kelestarian alam lingkungan sekitarnya," ujar Dadang.

Pada sesi presentasi berikutnya, Bupati Pelalawan, HM Harris, memaparkan program yang menjadi andalan Pemkab Pelalawan, yaitu pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan. Harris menyampaikan bahwa konsep ini bertujuan menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor.

"Fokus utamanya untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh pun memiliki sejumlah terobosan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Menyadari wilayahnya banyak memiliki lahan eks tambang yang notabene berimplikasi buruk terhadap lingkungan, Pemkab Bangka Tengah berupaya keras untuk melakukan reklamasi.

Saat ini, sejumlah wilayah eks tambang sudah menjadi wilayah sumber air bersih, dan juga areal wisata. Salahsatunya yaitu danau biru yang merupakan danau di lubang-lubang bekas tambang timah.

"Perkebunan juga didorong untuk relasi eks tambang. Sekarang sawit, lengkeng, sayuran dilakukan di wilayah bekas tambang. Diharapkan wilayah eks tambang ini dapat menjadi sumber peningkatan pendapatan masyarakat," papar Ibnu Saleh.

Terkait berbagai inovasi yang dilakukan oleh para kepala daerah, KLHK akan memberikan penghargaan Nirwasita Tantra kepada mereka yang berhasil melakukan pengelolaan administrasi dan kepemimpinan lingkungan terbaik. Adapun dasar pemberian penghargaan Nirwasita Tantra dinilai dari Dokumen Laporan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DLKPLHD) yang disusun setiap tahun oleh provinsi dan kabupaten/kota.

Kepala daerah penerima penghargaan Nirwasita Tantra harus mencerminkan adanya leadership yang kuat dalam menjaga lingkungan demi kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dari ajang penghargaan Nirwasita Tantra ini akan muncul inovasi dan terobosan dalam mengatasi permasalahan lingkungan, dengan mengedepankan sinergitas antar stakeholder.

Related

Peristiwa 5867977915322920400

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item