Ferrari Monza SP1 and SP2: Mobil Pertama dari Konsep Baru Seri Terbatas ‘Icona’

Jakarta - Ferrari Monza SP1 and SP2: Mobil Pertama dari Konsep Baru Seri Terbatas ‘Icona’

Model yang Terinspirasi Mobil-mobil Balap Pencetak Sejarah


Paris, 4 Oktober 2018 - The Ferrari Monza SP1 dan SP2 adalah pelopor dalam konsep baru, yang dikenal sebagai 'Icona' (Ikon), yang menggunakan pengulangan mobil yang paling membangkitkan kenangan dalam sejarah Ferrari untuk menciptakan segmen baru khusus mobil seri terbatas untuk klien dan kolektor. Tujuannya adalah untuk menggunakan estetika modern dalam menafsirkan ulang gaya yang tak lekang oleh waktu, dengan komponen-komponen berteknologi canggih dan kinerja tertinggi yang dimungkinkan melalui inovasi berkelanjutan.


Ferrari Monza SP1 dan SP2 terinspirasi oleh barchetta tahun 1950-an yang di setir untuk meraih kemenangan dalam olahraga bermotor internasional bukan hanya oleh para pembalap yang tergabung resmi dalam Scuderia, tetapi juga oleh asosiasi para pembalap amatir yang pada masa-masa itu sering berlaga dengan pembalap profesional legendaris era ini.


Ferrari pertama yang disebut sebagai barchetta adalah versi open-top adalah 166 MM tahun 1948. Nama itu diciptakan oleh Giovanni Agnelli yang, setelah melihat mobil tersebut untuk pertama kalinya di Turin Motor Show tahun itu, berkomentar bahwa mobil tersebut tidak seperti mobil dan lebih mirip sebuah barchetta, mengacu pada bahasa Italia untuk sebuah speed boat kecil. Barchetta 166 dengan body touring mencatatkan nama Ferrari dengan tegas dalam buku-buku sejarah, memenangkan Mille Miglia pertama dan kemudian Le Mans 24 jam yang melelahkan pada tahun 1949. Model ini diikuti oleh mobil Ferrari Sports yang luar biasa sukses lainnya, seperti 750 Monza dan 860 Monza yang menjadi inspirasi untuk nama model-model baru.

Barchetta mirip dengan model Spider dalam hal bentuk (dua tempat duduk), tetapi tidak memiliki atap. Tidak memiliki kaca depan besar, tetapi mereka dilengkapi dengan hanya kaca depan kecil (tunggal atau melengkung) dan penutup tonneau yang dapat dilepas di sisi penumpang. Monza SP1 dan SP2 memiliki konsep yang serupa, meskipun perbedaan utamanya adalah bahwa mereka dapat dipesan dengan tempat duduk tunggal atau dengan dua tempat duduk.

Hasilnya adalah sebuah mobil yang tampaknya dibentuk oleh angin. Ini adalah kemurnian elemen styling yang mengesankan - sebuah estetika yang futuristik tetapi pada saat yang sama juga merupakan perhormatan terhadap masa lalu namun tidak bernostalgia.

Enzo Ferrari biasa mengatakan bahwa "Jika ada yang namanya jiwa, mesin memilikinya". Jiwa dari model ini, seperti halnya semua Ferrari, adalah mesinnya. Ferrari Monza SP1 dan SP2 dilengkapi dengan V12 aspirasi alami paling kuat yang pernah diproduksi oleh Ferrari. Hal ini berkat pengembangan khusus pada bagian tertentu, kekuatan 812 Superfast's 6,5 liter telah ditingkatkan menjadi 10 hp menjadi 810 hp pada 8500 rpm dengan sedikit peningkatan torsi menjadi 719 Nm pada putaran 7.000 rpm.

Sama seperti pada sebuah mobil balap, penggunaan serat karbon yang luas telah dilakukan di seluruh konstruksi Monza SP1 dan SP2 untuk membuatnya ringan dan responsif dan untuk meningkatkan daya tarik visual yang sporty dan agresif.

Karena ini benar-benar mobil sport outdoor yang tidak memiliki kaca depan, salah satu tantangan terbesar adalah menciptakan solusi aerodinamis yang akan memastikan pengemudi menikmati kinerja mobil tanpa terpengaruh oleh masalah yang disebabkan oleh konfigurasi barchetta. Hasilnya adalah "Kaca Depan Virtual" yang dipatenkan dan diintegrasikan ke dalam fairing di depan panel instrumen dan roda kemudi, memberikan kenyamanan berkendara yang luar biasa.

Desain:

Eksterior

Ajang balapan sangat dipengaruhi oleh bahasa desain Ferrari selain itu Monza SP1 dan SP2 juga terhubung dengan kejayaan masa lalu dengan sebuah ikatan yang kasat mata. Desain mereka, pada kenyataannya, mewujudkan keanggunan, kinerja dan inovasi yang merupakan bagian intrinsik dari masa lalu dan Ferrari saat ini.

Dari sudut pandang kreativitas murni, gambar-gambar yang menggoda dari Ferrari barchetto 1950-an, yang dalam banyak hal membangkitkan suasana balapan pada masa itu, merupakan sumber inspirasi yang tak ternilai.

Para desainer Ferrari Styling Centre memberikan konsep barchetta sebuah konotasi yang benar-benar modern berkat tema baru dan sangat pribadi. Tetapi tidak ada kesan kuno, tidak ada elemen masa lalu yang diaplikasikan secara langsung. Monza SP1 dan SP2 dirancang layaknya single-seater modern bagi para pembalap amatir generasi baru.

Bahasa desain Monza SP1 dan SP2 terlihat jelas dalam bentuknya yang elegan dan volume profil sayap dari bodyshell serat karbon, dalam proporsi, detail halus, garis terpisah. Bentuk ekstrim dari Ferrari performa tinggi yang ekstrim telah dihindari. Dalam hal ini, para desainer dari Ferrari Styling Centre berusaha untuk mempertahankan bentuk yang begitu murni yang dapat digambarkan dengan satu goresan pensil.

Siluet ramping dan minimalis mobil tampak hampir mengapung pada diffuser belakang yang halus namun kokoh yang membungkus bagian belakang seperti sebuah pelukan, secara visual mengarah ke garis ramping namun tepat dari flank dan kemudian ke bagian bawah bumper depan. Efek itu semakin diperkuat oleh kontras warna antara serat karbon hitam dari rangka dan bagian body mobil lainnya, kesan ringan yang ekstrim diperkuat oleh dua bagian body elegan yang membentuknya.

Estetika postmodern Monza SP1 dan SP2 juga jelas di bagian belakang yang memiliki tampilan lembut, berlekuk khas dari Ferrari tahun 1950-an, bagian belakang yang padat dan penuh, memberi kesan kekar.

Ide yang paling penting adalah memecah volume menjadi dua bagian body mobil: penutup atas dan lambung bawah. Kedua elemen ini menciptakan keserasian meskipun bagian atas tampaknya seperti mengambang, sebuah efek yang diperoleh dari garis yang tidak terputus di dalam alur yang mengelilingi kokpit dan berakhir di atas ekor. Solusi ini menciptakan kesan bahwa dua bagian tersebut terpisah.

Ini adalah tema yang muncul pada mobil-mobil Ferrari dari berbagai dekade yang berbeda, termasuk yang berasal dari tahun 1980-an, tetapi dalam hal ini juga menjadi frasa pengulangan yang membawa struktur menjadi sebuah bentuk. Hal ini memungkinkan bagian belakang mobil menjadi padat dan sekaligus ringan.

Hal yang menarik dalam hal ini adalah diperkenalkannya konsep lampu belakang baru: lampu samping dan lampu rem telah dirancang ulang sebagai satu garis cahaya tak terputus, terintegrasi mulus ke celah ramping antara dua bagian body mobil. Hal ini mengubah rakitan lampu belakang sebagai sebuah garis teoretis yang melintasi sayap dan mengitari bonnet, memberi kesan bahwa body bagian atas secara harfiah mengambang di atas body mobil bagian bawah. Ini adalah adopsi yang sangat kontemporer dalam perlakuan bagian belakang mobil yang inspirasinya diambil dari dari 750 Monza dan 375 MM.

Tema ikonik "garis cahaya" muncul kembali di lampu depan dan di sepanjang ventilasi udara samping menciptakan efek natural yang khas.

Semua sisi mobil benar-benar bersih, kencang dan murni, hanya disela oleh ventilasi udara samping yang terlihat menyambar, sebagai penghormatan kepada barchetta lama.

Bagian depan mobil bersih dan kosong: permukaan utuh yang halus memadukan kap mesin dan sayap yang berlekuk. Bentuknya merupakan persetujuan gaya khas dan tradisi Ferrari. Body mobil memanjang ke belakang dari kisi-kisi halus radiator yang dengan dipertegas oleh struktur tiga dimensi di bawahnya dengan dua saluran udara utama. Seluruh bagian depan mobil tampak seperti dibungkus dan diselimuti oleh sebuah lapisan.

Perhatian khusus dicurahkan pada desain pintu yang terkemas dapat membuka ke atas. Ini merupakan rekayasa ulang menyeluruh dari pintu 812 Superfast dan hasilnya spektakuler. Sama pentingnya adalah perakitan sayap kap mesin serat karbon utuh yang mnggantung di depan yang saat dibuka akan memamerkan mesin V12 yang mengesankan.

Bagian luarnya disempurnakan dengan pelek berukuran 21” yang dipahat dengan indah dirancang khusus untuk melengkapi garis-garis minimalis dari kedua mobil tersebut.

Tema ikonik lainnya adalah, tentu saja, livery yang dirancang untuk Monza SP1 yang dipajang di Paris Motor Show. Ini terinspirasi oleh geometri dan grafis dari mobil-mobil balap mobil bersejarah Ferrari - 250 GTO, 250 Testa Rossa, menyebutkan beberapa nama ikonik lainnya. Hasilnya adalah garis melintang di bonnet yang mempertegas proporsinya dan bagian sayap, dengan tema yang sama diaplikasikan kembali pada pengait roll-hoop pengemudi di bagian belakang.

Interior

Pengembangan desain interior difokuskan khusus pada kokpit pengemudi. Ergonomi dibuat dengan berkonsentrasi pada semua konten interior yang dirancang ulang agar sesuai dengan tujuan keunikan dari mobil. Instrumen, kluster instrumen, dan struktur tempat duduk membutuhkan pemikiran ulang fungsional untuk memenuhi persyaratan baru pengemudi, yang juga akan mempertahankan konsistensi gaya bahasa dengan eksterior dan filosofi desain yang mendasarinya.

Dimulai dengan tema drop (apa itu “tema drop”?) dalam bentuk cincin yang jelas pada tertutup tonneau, arsitektur interior terbagi menjadi tiga level. Yang pertama dilukiskan oleh cakrawala visual pengemudi. Dari perspektif itu, garis antara interior dan eksterior mobil memang sangat halus. Tubuh pengemudi sepenuhnya dibungkus oleh mobil, hanya bagian kepala yang terlihat dari luar sejajar dengan garis horizon, sama seperti duduk di dalam mobil-mobil balap.

Tingkat kedua terdiri dari instrumentasi, roda kemudi dan ventilasi udara. Terakhir, bagian kokpit yang terangkum sejajar dengan sandaran lengan, selebihnya dikelompokkan di sebuah permukaan yang sangat sederhana tanpa adanya elemen yang bergaya.

Kursi tunggal dari serat karbon dilapisi kulit menjadikan bagian dalam mobil tampilan yang sangat khusus, seperti halnya bagian lain dari jok kulit yang diposisikan secara hati-hati untuk menjamin kenyamanan maksimal saat berkendara.

Mesin dan gearbox

Mesin yang digunakan Monza SP1 dan SP2 berasal langsung dari 812 Superfast, dengan dinamika fluida yang dioptimalkan di saluran udara masuk untuk memberikan kinerja yang lebih tinggi. V12, yang diakui sebagai mesin terbaik kategori di atas 4 liter dan Mesin Baru Terbaik pada 2018 International Engine of the Year Awards, membawa sejumlah solusi inovatif. Di antaranya adalah sistem injeksi langsung 350 bar untuk pertama kalinya pada mesin bensin berkinerja tinggi yang dipasangkan dengan saluran asupan geometri variabel yang secara konseptual berasal dari mesin F1 aspirasi alami.

Sistem injeksi tekanan tinggi menghasilkan peningkatan pengkabutan bahan bakar yang diinjeksi secara drastis mengurangi jumlah partikulat yang dipancarkan selama tahap pemanasan katalisator, memastikannya sesuai dengan ketentuan emisi. Perhatian khusus juga diberikan untuk mengkalibrasi strategi kinerja untuk meningkatkan potensi mesin dan sensasi daya ekstrim yang dikirimkan oleh mobil sambil memastikan pengemudi dapat dengan mudah menggunakan torsi besar yang tersedia, berkat penyaluran daya yang halus dan  progresif pada semua tingkat kecepatan mesin.

Strategi pengalihan gigi transmisi kopling ganda juga meningkatkan daya sport mobil. Dalam posisi Manettino yang lebih sporty, waktu peralihan gigi naik dan turun diwariskan dari 812 Superfast yang memiliki waktu peralihan yang lebih cepat dan lebih nyata untuk pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.

Berkat konfigurasi terbuka tanpa kompromi, suara V12 bahkan lebih menggema. Suara udara masuk lebih nyata, sangat menarik dan benar-benar khas. Pengemudi merasa benar-benar tenggelam dalam pengalaman tak tertandingi yang hanya dapat diberikan oleh mobil yang dipenuhi dengan DNA Ferrari.

Dinamika kendaraan 

Dalam hal kinerja longitudinal dan lateral, arsitektur mobil unik karena tidak adanya kaca depan dan atap, yang menghasilkan aerodinamika yang berbeda. Akibatnya, kinerja longitudinal dan lateral dapat bertemu dan meningkat dibandingkan kinerja 812 Superfast.

Hasilnya adalah Monza SP1 dan SP2 menghasilkan akselerasi yang terbaik (0-100 km/jam dalam 2,9 detik dan 0-200 dalam 7,9 detik) dan kinerja pengereman (100-0 km/jam dalam 32 m) dari 812 Superfast dan hanya kehilangan sedikit dalam hal kecepatan maksimum (lebih dari 300 km/ jam).

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, konsep Virtual Short Wheelbase yang pertama kali diperkenalkan di F12tdf dan kemudian juga diadopsi pada 812 Superfast dipertahankan, seperti juga hanya Electric Power Steering (EPS).

Pelek 21"yang lebih besar membutuhkan ban yang lebih besar - 275/30 di depan dan 315/30 di bagian belakang - dan pengaturan suspensi sedikit lebih kaku untuk meningkatkan kegesitan dan waktu respon terhadap perintah.

Hasilnya adalah bahwa model ini benar-benar seimbang tanpa pergerakan untuk apa pun, penanganan mobil sport tanpa kompromi. Karena tidak ada pilar kaca depan, pandangan pengemudi benar-benar tanpa hambatan dan ini memungkinkan mereka untuk melahap belokan dengan pengalaman kebebasan yang hanya didapat dengan mobil Formula 1. Dengan demikian, pengemudi dapat menikmati dan memberikan respon mobil sport melalui rute berkelok-kelok: mobil selalu memuaskan tetapi tidak pernah sulit untuk dikendalikan.

Aerodinamika

Seperti halnya semua Ferrari, desain Monza SP1 dan SP2 dibuat dengan perhatian penuh terhadap segi aerodinamis yang diperlukan untuk membuat pengemudi terkesan sepenuhnya terhadap performa mobil yang mengagumkan.

Kaca Depan Virtual dipatenkan untuk mobil ini sebagai tanggapan untuk kebutuhan yang memungkinkan pengemudi menikmatinya dengan kecepatan tinggi. Meskipun tetap dibawah jarak pandang pengemudi, mobil ini memberikan kepuasaan maksimal untuk sebuah barchetta, baik dalam patokan mobil bersejarah dan model-model yang memiliki kesamaan arsitektur.

Konsep ini pertama kali dikembangkan secara virtual menggunakan peragaan CFD mendalam dan kemudian secara fisik diuji di terowongan angin. Sebuah replika skala penuh dibangun khusus untuk Terowongan Angin di mana test-drivers kami bergantian dengan alat peraga yang dilengkapi dengan sensor tekanan (trial and error). Karena sifat ekstrim dari mobil, dukungan dari test-drivers dan pengalaman mereka sangat penting baik pada tahap awal mendefinisikan target dan tahap validasi akhir dari paket keseluruhan. Diinstrumentasika dengan alat peraga dan komputerisasi, di sisi lain, memberi para insinyur kami pemahaman mendalam tentang fenomena aerodinamis yang perlu dikelola dan juga memungkinkan kami untuk meningkatkan massa kritis dari solusi yang diuji.

Tanpa adanya kaca depan, udara yang mengalir di atas kap mesin akan mengenai wajah pengemudi. Tujuan dengan mengadopsi Kaca Depan Virtual adalah untuk meminimalkan efek negatif dari aliran udara tanpa mengorbankan kesenangan pada kecepatan dan kontak dengan jalan yang hanya dapat diberikan oleh mobil jenis ini.

The Virtual Wind Shield pada dasarnya adalah bagian aerodinamis di bawah layar aero sisi pengemudi, di mana bagian atas dibentuk sebagai aerofoil. Bagian dari udara yang mengalir di atas kap mesin masuk ke dalam saluran udara di bawah layar aero, dan dipercepat serta dibelokkan secara vertikal di depan panel instrumen. Hal ini dibantu oleh nolder pada layar aero itu sendiri yang menciptakan hisapan yang kuat sehingga mempercepat udara yang keluar dari saluran di bawah kaca depan. Ini menghasilkan apa yang dikenal dengan saluran udara apa yang disebut sebagai saluran udara atas dari depan, yang membelokan aliran diatas kepala pengemudi, menciptakan gelembung kecepatan rendah di sebelah kokpit.

Di dalam saluran Kaca Depan Virtual adalah dua “pagar” yang berbeda. Dua “pagar” ini menciptakan variasi tekanan antara saluran pusat dan saluran-saluran luar yang meminimalkan fluktuasi aliran di tepi luar gelembung kecepatan rendah di sekitar pengemudi. Ini pada gilirannya mengurangi kebisingan aerodinamis dan meningkatkan kenyamanan secara keseluruhan dengan menghilangkan risiko osilasi berbahaya dalam gaya aerodinamis transversal di sekitar kepala pengemudi.

Pakaian pengemudi dan penumpang

Untuk mengkomunikasikan perasaan terhubung langsung dengan sejarah, Ferrari berkolaborasi dengan dua perusahaan barang-barang mewah terbaik, Loro Piana dan Berluti, dalam menciptakan pilihan pakaian dan aksesoris terutama untuk klien Monza SP1 dan SP2.

Ferrari bekerja dengan Loro Piana untuk memproduksi pakaian untuk meningkatkan pengalaman berkendara yang unik yang diberikan oleh dua mobil ini. Pakaian itu terinspirasi oleh tahun 1950-an yang elegan, saat Mike Hawthorn selalu bersikeras berkendara dengan dasi kupu-kupu dan Marzotto memenangkan Mille Miglia dalam setelan jas berkancing ganda. Inspirasi dari masa lalu yang telah menghasilkan pakaian yang nyaman namun beragam.

Terinspirasi oleh desain Ferrari Monza SP1 dan SP2, satu set overall pengemudi yang terdiri dari celana panjang dan jaket bomber terbuat dari bahan “rain storm techno wool stretch” yang melindungi pengemudi namun memungkinkan kebebasan bergerak sepenuhnya. Setelan ini menutup dengan aman untuk menawarkan perlindungan lengkap dari angin tetapi juga bisa dipakai dengan kerah dibuka, langsung menjadi sebuah jaket olahraga yang canggih. Wol Merino yang eksklusif dan ekstra halus digunakan untuk overall pengemudi, tetapi telah diaplikasikan dengan Storm System® untuk membuatnya kedap air dan tahan angin - sempurna untuk mengemudi dengan kecepatan.

Ferrari bekerja sama dengan Loro Piana menciptakan tekstil tanpa kelim dalam elemen styling dan warna. Rosso Corsa memberikan kontras yang jelas dengan abu-abu gelap yang terinspirasi serat karbon, sementara garis lekuk mobil tercermin dalam potongan pakaian juga, kesan tumpang tindih dan mengalir diaplikasikan dalam jaket bomber, sweater, dan celana panjang. Motif dominan diagonal sangat sporty dan banyak terinspirasi kuat dari serat karbon.

Di dalam jaket, ada juga referensi styling Ferrari yang sangat khas: mesin dan pelat identifikasi untuk setiap mobil yang dipersonalisasi dengan nomor mobil. Kelapa gesper ikat pinggang juga dapat dipersonalisasi dengan nama pemilik atau monogram sebagai personalisasi lebih lanjut.

Sweater terbuat dari wol merino dengan serat pilihan 15,5 mikron Wish®. Lembut, ringan dan hangat, dirancang agar sangat nyaman tanpa membuatnya tebal di bawah setelan pengemudi. Kerah tinggi di-zip untuk kehangatan tetapi ritsleting disembunyikan dengan hati-hati agar garis-garisnya tetap bersih dan rapi.

Pada saat hujan, ada topi: keanggunan tradisional yang diberi gaya modern menggunakan wol tahan air dan angin dengan lapisan wol piqué. Topi ini elastis di bagian belakang pas sempurna dan sangat nyaman serta tidak pernah terasa ketat.

Berbagai jenis pakaian disempurnakan dengan syal wol Wish® dengan struktur diagonal dan tepi tenunan yang danyam, dan sarung tangan dengan kulit plongé yang sangat lembut dan tidak bergaris untuk kenyamanan optimal di roda kemudi.

Ferrari juga bekerja dengan Berluti, merek sepatu mewah terkemuka dan barang-barang kulit, untuk menghasilkan produk-produk unik dan inovatif lainnya bagi pemilik Ferrari Monza SP1 dan SP2. Sebuah helm dikembangkan secara khusus untuk memberi pemilik kenyamanan dan keamanan yang diperlukan dalam mobil bergaya barchetta. Terbuat dari serat karbon, helm dapat langsung dikenali berkat sisipan pada kulit yang merupakan ciri khas Berluti yang tidak diragukan menjadikannya barang yang benar-benar eksklusif.

Untuk membawa helm dan pakaian pemilik juga akan menerima dua tas Berluti, keduanya dirancang khusus untuk mobil ikonik ini dengan referensi yang jelas untuk warna Ferrari Rosso Corsa dan bentuk mobil.

Terakhir, sepatu pengemudi jenis Oxford bertali. Tersedia dalam grafit hitam atau Brun, terbuat dari kulit Venezia dan memiliki tali tersembunyi dan garis merah di tumit. Sol khusus dirancang menggunakan kain serat karbon yang sama yang digunakan oleh Ferrari untuk mobilnya.

Program perawatan 7 tahun

Standar kualitas Ferrari yang tak tertandingi dan fokus pada layanan klien mendukung program pemeliharaan tujuh tahun diperpanjang yang juga ditawarkan dengan Monza SP1 dan SP2. Tersedia untuk semua model, mencakup semua pemeliharaan rutin selama tujuh tahun pertama.

Program perawatan terjadwal untuk Ferrari-Ferrari adalah layanan eksklusif yang memungkinkan klien untuk memastikan bahwa mobil mereka dijaga pada kinerja puncak dan keamanan selama bertahun-tahun. Layanan istimewa ini juga tersedia bagi pemilik mobil bekas Ferrari.

Pemeliharaan reguler (dengan interval 20.000 km atau setahun sekali tanpa batasan jarak tempuh), suku cadang asli dan pemeriksaan secara cermat oleh staf yang dilatih langsung di Pusat Pelatihan Ferrari di Maranello menggunakan alat diagnostik paling modern hanyalah sebagian keuntungan dari Genuine Maintenance Programme. Layanan ini tersedia di semua pasar di seluruh dunia dan dari semua Dealer di Jaringan Dealer Resmi.

Related

Otomotif 7086527310734228258

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item