Yakin Akan Kemenangan Prabowo Sandi, Garuda Merah Kawal Terus Form C1

Jakarta -  Mencermati perkembangan dinamika sosial politik pada Pilpres 2019, Ormas Garuda Merah mengamati bahwa kompetisi politik yang seharusnya berlangsung LUBER, JURDIL, damai, fair dan tertib telah berkembang kearah yang sebaliknya.

"Sikap Garuda Merah terhadap kemenangan pasangan Prabowo Sandi Sangat Yakin",, "karena Garuda merah terus mendampingi dan mengawal kemengan ini dari mulai 17 April sampai dengan saat ini tabulasi penghitungan suara masih kami Kawal", Kata Abdulrahman Ketua Umum Ormas Garuda Merah di Jakarta (13/05/

"Kami yakin karena Garuda Merah memberikan kontribusi besar kepada BPN Prabowo Sandi dengan bukti Form C1 yang valid yang jumlahnya cukup banyak, belum lagi dari Masyarakat, juga dari Direktorat satgas, relawan, saksi, yang tutrut berkontribusi untuk kemenangan prabowo sandi", Tambah Abdul Rahman

Menyikapi keganjilan yang ada dalam pelaksanaan Pilpres 2019. Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) ” Garuda Merah ” mengeluarkan 9 pernyataan sikap kepada Pemerintah. Pernyataan sikap tersebut di sampaikan langsung didepan awak media oleh  Ketua Umum  Garuda Merah Abdurrahman SH


Media sosial telah menjadi wilayah yang sangat rawan, tidak sehat serta penuh dengan black campaign dan negative campaign. Rakyat mengamati gejala ketidaknetralan Negara berserta Aparaturnya yang disertai campur tangan yang melebihi kepatutannya. Rakyat juga mengamati penegakkan hukum yang berat sebelah dan sepertinya dicari – cari kesalahan sehingga merusak asas keadilan bagi semua (justice for all). Bayang – bayang kekhawatiran terhadap kecurangan yang terjadi makin meningkat, sehingga membuat situasi Jakarta menjadi tidak kondusif bagi berlangsungnya Pilpres 2019 yang fair dan demokratis. 

Adapun dinamika politik yang terjadi pada Pilpres 2019 adalah sebagai berikut : 
1. Terdapatnya DPT Siluman di berbagai TPS di Indonesia 
2. Banyaknya Surat Suara yang telah tercoblos atas nama salah 1 (satu) pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. 
3. Terjadinya Human Error ataupun System Error pada Sistem SITUNG KPU yang menyebabkan Peruntungan salah 1 (satu) Pasangan Calon dan Kerugian pada 1 (satu) Pasangan Calon pada Pilpres 2019 di Indonesia. 
4. Kelemahan Sistem Manajemen di TPS, Pleno di Tingkat Kecamatan yang akhirnya menyebabkan kelelahan Anggota KPPS dan menyebabkan 500 lebih Anggota KPPS meninggal Dunia di Seluruh Indonesia. 

Atas perkembangan tersebut dan berbagai keganjilan serta ketidakwajaran yang terjadi di seluruh masyarakat luas, maka demi berhasilnya perjuangan untuk memenangkan Pasangan Prabowo – Sandi, Dewan Pimpinan Pusat Garuda Merah menyatakan sebagai berikut : 

1. Garuda Merah meminta kepada Negara dan Pemerintah untuk menjaga Netralitas dalam Pilpres 2019 serta mencegah terjadinya berbagai tindakan kecurangan baik yang manual maupun digital demi tegaknya Demokrasi dan Pilres yang jujur dan adil 

2. Garuda Merah meminta kepada Bawaslu dan KPU untuk melaksanakan tugas dan pengawasan secara jujur, adil, professional, tidak berpihak, serta mencegah dan menindak segala bentuk kecurangan yang terjadi. 

3. Garuda Merah meminta kepada Pers dan Media Massa untuk memberitakan jalannya SITTUNG KPU SECARA LIVE yang dapat disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia. 

4. Garuda Merah meminta agar TNI, POLRI dan BIN bersikap netral tidak berpihak dan tidak merusak disiplin serta etika Keprajuritan dan Kepolisian. 

5. Garuda Merah meninta kepada Penegak Hukum agar tidak terkesan mencari – cari kesalahan pasangan calon yang di usung demi tegaknya hukum dan keadilan yang sejati. 

6. Garuda Merah meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki atas meninggalnya saudara – saudara kita anggota KPPS di seluruh Indonesia. 

7. Garuda merah mendesak KPU dan BAWASLU untuk mendiskualifikasi Paslon yang terbukti melakukan kecurangan pemilu. 
8. Sesegera mungkin SHUTDOWN SITUNG KPU dan biarkan penghitungan CI Pemilu Presiden berdasarkan Pleno Kecamatan, Pleno Kota dan Kabupaten, Pleno Provinsi dan Pleno Nasional. 
9. Garuda Merah mengajak seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang agar menjaga suasana fair dan kondusif. (Fix/JF)




Related

Politik 3242725881179788331

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item