SATU FLIGHT SUPER TUCANO LAKUKAN PATROLI UDARA

Jakarta -SATU FLIGHT SUPER TUCANO LAKUKAN PATROLI UDARA. Sore diwarnai gemuruh enam unit pesawat tempur ringan turboprop Super Tucano EMB-314/ A-29 buatan Brazil. Pesawat yang berasal dari Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh, Malang -Jawa Timur berada di Ambon dalam rangka latihan patroli udara di Indonesia Bagian Timur.

Sebelum mendarat keenam pesawat yang mengunakan mesin tunggal Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer) bermanuver selama hampir 30 menit di atas langit Kota Ambon dengan terbang formasi tiga-tiga dipimpin Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Deddy Iskandar, dengan masing-masing pesawat diawaki dua penerbang.


Setelah melakukan manuver dan terbang formasi diatas langit Kota Ambon, satu persatu pesawat landing di Lanud Pattimura dengan aman.


Komandan Lanud Pattimura Kolonel Pnb Aldrin P Mongan dan para pejabat menyambut para penerbang dan dilakukan dengan pengalungan kain tenun kepada Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Deddy Iskandar bersama 11 penerbang lainya.

Danlanud Kolonel Pnb Aldrin P. Mongan mengatakan, kedatangan pesawat Super Tucano dalam rangka latihan patroli udara.

“Kebetulan rute patroli udara pesawat Super Tucano dari Skadron Udara 21 ini melewati Ambon sehingga kita sekalian menggelar pameran agar masyarakat juga mengenal alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Udara,” ungkapnya. Dijelaskan, pameran akan berlangsung hingga Jumat (2/12) di Lanud Pattimura.

Pesawat Super Tucano EMB-314 menggunakan mesin tunggal Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), untuk melakukan tempur taktis “close air support” bagi bantuan pasukan infanteri maupun kavaleri.

Pesawat ini memiliki kemampuan menjejak posisi musuh dengan cepat serta memiliki kemampuan penghancuran. Super Tucano dilengkapi dua senapan mesin di sayap serta 5 hardpoint di sayap dan fuselage untuk mengangkut rudal, roket atau bom seberat 1,5 ton.

Pesawat ini didisain untuk melakukan serangan anti-gerilya, pengintaian dan patroli. Nama Super Tucano melejit sejak Operasi Phoenix Angkatan Udara Kolombia tahun 2008. Pesawat Super Tucano mereka, berhasil menewaskan pimpinan pemberontak FARC, Raul Reyes, dalam suatu serangan lintas perbatasan ke Venezuela.

Super Tucano mampu bermanuver hingga +7G dan -3.5G dikombinasi dengan kecepatan tinggi dan lincah sehingga memiliki tingkat survivability cukup tinggi.

Kedatangan pesawat ini untuk menggantikan pesawat OV-10F Bronco yang pensiun sejak tahun 2007.

Pesawat tempur turboprop memiliki fungsi yang berbeda dengan pesawat jet seperti F 16 atau Sukhoi SU 30. Pesawat turboprop mampu terbang rendah dalam waktu yang lama sehingga cocok untuk anti-gerilya. Biaya operasi tidak tinggi, perawatan murah dan bisa mendarat di landasan pacu sederhana.

Namun pesawat ini memiliki daya angkut senjata yang terbatas. Super Tucano tidak memiliki radar warning receiver sehingga tidak bisa mendeteksi rudal anti-pesawat yang dipandu radar. Kecepatan terbang yang rendah, juga mengurangi efektivitas pemakaian flare (jika dipasang) terhadap misil. (Pen Ptm)

Related

TNI 7408688815807515167

Posting Komentar Default Comments

emo-but-icon

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

item